Kamis, 26 April 2012

Cara mengetahui Kualitas Blog

artikel kali ini bang ahid mau copashin cara mengecek blogg atau website anda berada atau memiliki skor berapa ditingkat para blogging atau pengunjung, naha silahkan baca artikel dibawah ini....


Sobat semua, bagi anda yang sudah mempunyai suatu blog atau website, tentunya ingin sekali mengetahui bagaimana perkembangan blog atau website kita, dan seberapakah kualitas dari blog kita itu. Nah untuk kali ini saya ingin membagi pengetahuan kepada teman-teman semua, kalo blog kita dapat kita ketahui dengan beberapa aspek di bawah ini :

1. Influence ( Pengaruh )
2. Popularity ( Popularitas )
3. Engagement ( Keterlibatan )
4. Trust ( Kepercayaan )

Nah, dari ke empat faktor ini kita dapat mengetahui mengenai blog atau website kita melalui situs di bawah ini :
Langkahnya adalah :
1. Buka situs berikut ini : http://bloglevel.edelman.com/Home.aspx
2. Masukkan URL situs anda pada texbox yang berada di bawah "Discover Your BlogLevel".
3. Silahkan Klik pada tombol "Calculate"
4. Silahkan tunggu beberapa saat lagi hingga hasilnya akan terlihat.
Setelah kita memasukkan url blog atau website kita, maka kita akan mengetahui seberapa besar kualitas blog dan juga website yang kita punya.
Nah, silakan sobat buktikan sendiri dengan mendatangi situs yang sudah saya berikan tadi, semoga info ini dapat bermanfaat bagi sobat semua..
Jangan lupa comment ya sobat....

Minggu, 22 April 2012

Beckham Ingin Bergabung dng klub PERSIJA Jakarta ??


Los Angles _ Bintang LA Galaxy atau pun Bintang iklan terkenal di dunia David Beckham mengaku ingin menjajal atmosfer sepak bola di Indonesia.
Dia akan segera bergabung dng salah 1 klub ISL ternama yaitu Persija. Untuk masalah gaji Beckham hanya ingin gaji dng STANDAR gaji pemain profesional di Indonesia.
Menurut sumber yg ada Beckham akan bermain untuk klub Persija.
Persija ingin memboyong Beckham.
Sumber : https://www.facebook.com/ahid.jakpati

KI AGENG PENJAWI



Ki Ageng Penjawi bersama Pemanahan dan Jurumertani ketika masih muda, pemah berguru kepada Ki Ageng Sela. Mereka bertiga disebut tiga serangkai, yang masih keturunan Raja Brawijaya V atau Prabu Kertabumi yang bertahta pada tahun l468 – l478 M.
Silsilah KiAgeng Penjawi adalah sebagai berikut:Raja Brawijaya V berputra Raden Bondan Kejawan. Raden Bondan Kejawan mempunyai tiga putra yang bungsu putri bernama Rara Kasihan diperistri Ki Ageng Ngerang. Pasangan antara Ki Ageng Ngerang dengan Rara Kasihan ini menurunkan dua putra orang yaitu Ki Ageng Ngerang II dan seorang putri (diperistri Ki Ageng Sela).  Ki Ageng Ngerang II mempunyai putra empat yaitu Ki Ageng Ngerang III, Ki Ageng Ngerang IV, Ki Ageng Ngerang V, dan Pangeran Kalijenar. Ki Ageng Ngerang III mempunyai putra bernama Penjawi.
Silsilah Ki Ageng Pemanahan  sebagai berikut : Putra Raden Bondan Kejawan yang nomor dua bernama Ki Ageng Getas Pandawa. Ki Ageng Getas Pandawa berputra  Ki Ageng Sela.
Ki Ageng Sela berputra Ki Ageng Enis. Ki Ageng Enis menurunkan putra bernama Pemanahan.
Silsilah Ki Jurumertani sebagai berikut : putra Raden Bondan Kejawan yang tertua adalah Ki Ageng Wanasaba. Ki Ageng Wanasaba berputra Pangeran Made Pandan I. Pangeran Made Pandan I berputra Ki Ageng Pakringan yang mempunyai isri bemama Rara Janten. Dari pasangan ini mempunyai empat putra  yaitu  Ageng Nyai Laweh,  Nyai Manggar, Putri, dan Jurumertani.
Ki Ageng Penjawi, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Jurumertani yang  masih keturunan Raja Brawijaya tersebut mempunyai peran besar dalam rangka ikut menyelesaikan konflik keluarga Kerajaan Demak yang memakan korban besar.
Kabut tebal menyelimuti bumi sebuah Demak dalam perebutan kekuasaan. Hal tersebut dipicu ulah Bupati Jipang Panolan bemama Arya Penangsang putra yang tidak lain adalah Pangeran Suryawiyata (Pangeran Sedalepen). Arya Penangsang hatinya kecewa setelah mengetahui bahwa sebenamya yang bakal naik  tahta mengganti Sultan  di Demak sepeninggal Sultan Trenggono adalah dirinya, tetapi yang diangkat justru Jaka Tingkir yang hanya putera menantu  Sultan Trenggono.
Kekecewaan  Arya Penangsang memunculkan niat jahat untuk  membunuh semua keturunan Sultan Trenggono. Untuk mewujudkan cita-cita tidak baik yang  itu Arya Penangsang mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh laskar   Soreng. Di hadapan para Soreng, Arya Penangsang memerintahkan untuk membunuh secara besar-besaran. Pertama kali yang harus dibunuh  adalah Pangeran Mukmin beserta istrinya, sebagai balas dendam, karena diketahui bahwa yang melakukan pembunuhan terhadapPangeran  Suryawiyata adalah Pangeran Mukmin.  Yang kedua, adalah menghabisi Pangeran Hadiri, suami Ratu Kalinyamat. Adapun Sultan Pajang akan dihabisi sendiri oleh Arya Penangsang. Setelah memahami perintah Arya Penangsang, para Soreng mohon pamit untuk melaksanakan tugas sesuai yang diembannya.
Para dengan membawa Soreng  Keris Brongot Setan Kober tidak mengalami kesulitan untuk melakukan aksinya. Bahkan, rakyat kecil yang dicurigai memihak Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya dibunuh juga. Setelah berhasil membunuh Pangeran  Mukmin, para Soreng  bergerak memburu  Pangeran Hadiri  dan Ratu   Kalinyamat yang sedang menghadap Sunan Kudus. Beberapa  hari para Soreng mengadakan pengintaian dan pencegatan sepanjang jalan antara  Kudus hingga Jepara.
Ratu Kalinyamat beserta suami dan rombongan   ketika dalam perjalanan pulang dihadang oleh para pengikut Arya Penangsang. Terjadilah perkelahian yang hebat. Ratu Kalinyamat, yang nama aslinya adalah  Retna Kencana  tampak tegar dan cekatan dalam menghindari  dan memukul lawannya. Pangeran Hadiri dan pengawalnya dengan gigih melawan serangan-serangan para Soreng  yang ingin membunuhnya. Sayang,  dalam penghadangan tersebut Pangeran Hadiri terluka oleh Keris Brongot Setan Kober sehingga darah segar bercucuran.  Namun Pangeran Hadiri masih tetap bertahan hingga meneruskan perjalanan
sampai ke Kalinyamat.
Beberapa hari kemudian luka Pangoan Hadiri bukannya membaik tetapi  semakin parah. Berbagai upaya untuk menyembuhkan luka akibat tusukan Keris Brongot Setan Kober sudah dilakukan, namun takdir yang  menentukan Tuhan. Pangeran Hadiri wafat. Dengan  meninggalnya suami yang tercinta membuat Ratu  Kalinyamat  sangat  bersedih. Sebagai wujud rasa bhakti dan hormat seorang istri kepada suami tercinta, Ratu Kalinyamat memutuskan pergi ke Bukit Danaraja (Jepara)   untuk “tapa telanjang” yang artinya menanggalkan busana kebesaran   kerajaan  dan  semua melepas perhiasan.  Ratu Kalinyamat mengenakan busana sangat sederhana dengan hati yang sabar memohon keadilan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sultan Hadiwijaya dengan diikuti Ki Pemanahan, Ki Penjawi, dan Ki Jurumertani pergi ke Bukit Danaraja menemui Ratu Kalinyamat dengan maksud untuk menyampaikan rasa bela sungkawa dan membujuk sang Ratu agar mau kembali ke Demak. Ratu Kalinyamat tidak mau  pulang ke Demak maupun ke Dalem Kalinyamat dan tetap menjalani bertapa sampai dengan lenyapnya Arya Penangsang dari bumi. Mendengar penuturan Sang Ratu  Kalinyamat  yang menyentuh perasaan, Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara bahwa barang siapa yang berhasil menaklukan Jipang Panolan dan menangkap Arya Penangsang akan mendapat hadiah Bumi Pati  dan Alas Mentaok.
Baru saja  sayembara selesai diumumkan, sudah ada laporan bahwa Arya Penangsang menantang perang tanding dengan Sultan Hadiwijaya. Mendengar laporan tersebut  hati Sultan Hadiwijaya panas membara dan ingin segera berangkat sendiri untuk menemui Arya Penangsang. Ki Jurumertani  memberi saran agar Ki Penjawi, Ki Pemanahan dan Danang Sutawujaya dan dia sendiri duperkenankan ikut mengawal. Perang antara Jipang dengan Pajang yang sebenarnya masih ada hubungan keluarga akan benar-benar terjadi. Sebagai panglima perang ditunjuk Ki Penjawi dan Ki Pemanahan. Dengan membawa Tombak Kyai Pleret serta perbekalan perang rombongan menuju perbatasan menghadang Pasukan Arya Penangsang.
Di perbatasan Jipang, Arya Penangsang yang dikawal pasukan Soreng sudah lama menunggu. Dengan naik Kuda Gagakrimang dan Keris Kyai Brongot Setan Kober yang terselip di pinggangnya, Arya Penangsang sesumbar dengan sangat sombong. Tak berapa lama pasukan  Pajang tiba dengan gagah  berani. Arya Penangsang sesumbar lagi. Ki Penjawi tidak mudah terpancing emosi. Ia tidak gegabah namun memakai pemikiran  dan strategi yang  cermat.
Setelah persiapan  matang, sebagai panglima perang Ki Penjawi memberi komando   serbu. Kurang  dari hitungan satu detik, pecahlah perang antara Jipang Panolan dengan Pajang. Perkelahian  sengit tak dapat dihindarkan. Banyak prajurit yang gugur di  tengah palagan.  Itulah  sebuah resiko  peperangan. dalam pertempuran tersebut Arya Penangsang terkena tusukan tombak Kyai Pleret yang dihunjamkan oleh Danang Sutawijaya hingga ususnya terburai keluar. Seketika itu juga Arya Penangsang ingin membunuh Danang Sutawijya. Maka keris yang ada dipinggangnya dihunus, putuslah usus Arya Penangsang oleh  Keris Kyai Brongot Setan Kober kerisnya sendiri. Arya Penangsang jatuh dari kuda Gagakrimang dan akhirnya tewas.
Sebagai tanda bukti pertanggungjawaban setelah menjalankan tugas, Ki Penjawi  segera melapor kepada   Sultan Hadiwijaya. Dalam laporannya Ki Penjawi menyampaikan dua hal. Yang pertama segala kekurangan   adalah menjadi  tanggungjawab Ki Penjawi selaku pimpinan perang. Yang kedua, keberhasilan melumpuhkan Jipang dan menewaskan Arya Penangsang adalah keberhasilan  bersama yaitu Danang Sutawijaya, Ki  Juru Mertani, Ki Pemanahan, dan Ki Penjawi.
Sultan Hadiwijaya  mengucapkan  terima kasih kepada  semua pihak yang telah menyelesaikan  tugas dargan hasil yang gemilang. Perseteruan  antara Jipang dan Pajang sudah tidak ada lagi sehingga rasa persahabatan untuk hidup aman dapat terwujud. Seperti telah dijanjikan dalam sayembara, sebagai hadiah Hadiwijaya memberi  jabatan Patih Pajang kepada Ki Juru Mertani, Alas  Mentaok kepada Ki Pemanahan, dan Bumi Pati kepada Ki Penjawi.
Pada hari yang baik Ki Penjawi berangkat menjalankan tugas baru yaitu memimpin bumi Pati dengan rasa senang hati dan penuh tanggung jawab. Rakyat Pati menerima Ki Ageng Penjawi dengan ramah dan setukus hati. Tidak mempermasalahkan asal-usul apakah putra asli daerah atau bukan. Begitu juga Ki Penjawi tidak mempunyai sikap yang sombong, melainkan merendah, ramah, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.
Sebagai pemimpin baru, Ki Penjawi tidak segan-segan untuk berkunjung kepada tokoh rakyat Pati diantaranya Ki Gede Ragawangsa, Ki Gede Jiwanala, Ki Gede Plangitan, dan Ki Gede Jambean. Mereka dimintai masukan  tentang kondisi daerah Pati guna menyusun langkah-langkah menetukan kebijakan. Langkah awal Ki Penjawi dalam memerintah Pati adalah menata punggawanya. Semua pejabat dari tingkat rendah hingga tertinggi harus memenuhi tiga syarat yaitu jujur, disilpin dan ahli dalam bidang tugasnya.
Ki Ageng Penjawi dalam membangun mengutamakan bidang pertanian karena sebagian besar rakyat Pati adalah petani. Mereka ada yang menekuni bidang peternakan, perikanan dan bercocok tanam.
Setiap bidang garapan dikerjakan oleh ahlinya, sehingga kalau ada permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Daerah Pati perkembangannya sangat pesat. Rakyat Pati bekerja dengan penuh semangat disertai perasaan aman dibawah kepemimpinan Ki Ageng Penjawi.

RADEN KEMBANGJAYA


Untuk mengisi kekosongan waktu, hari ini bang ahid mau posting tentang sejarah – sejarah atau asal – usul yang ada dikota pati. Silahkan dibaca.




Raden Kembangiaya adalah seorang pemuda yang tampan dan gagah. Walaupun usianya masih tergolong muda, dijuluki ahli pertapa karena mempunyai kesaktian yang luar biasa. Raden Kembangjaya mempunyai saudara dua yaitu Prameswari Kadipaten Carangsoka dan Raden Sukmayana di Majasemi.
Keseharian,  waktunya dihabiskan untuk menuntut ilmu di wilayah Bantengan Trangkil. Menjelang usia remaja ia berlatih ilmu kanuragan dan olah keprajuritan. Raden Kembangjaya sangat trampil dan cekatan menggunakan berbagai jenis senjata perang.
Adipati Yudapati telah kembali ke Paranggaruda dengan hati yang terluka dan perasaan dendam. Perlakuan terhadap Pangeran Josari tidak dapat diterima begitu saja. Ia tetap menyalahkan Ki Dalang Sapanyana sebagai penyebabnya.
Meskipun hati kecil Adipati Yudapati mengakui bahwa Ki Dalang  Sapanyana hanya membela diri. Namun, tetap merasa tidak puas sebelum menghukum Ki Dalang Sapanyana.
Kepada Adipati Puspahandungiaya, Adipati Yudapati telah memohon agar menangkap Ki Dalang Sapanyana dan mengirimkannya ke Paranggaruda untuk diadili dan dihukum. Permohonan itu seperti tidak diindahkan oleh Adipati Puspahandungiaya sehingga seolah-olah melindungi Ki Dalang Sapanyana. Hal itu membuat hati Adipati Yudapati sangat sakit dan murka, timbul niat untuk menggempur Carangsoka dengan mengerahkan
semua prajurit Paranggaruda.
Adipati Yudapati lalu menyiapkan semua prajurit,miepersenjatai dengan selengkap mungkin. Ia menyusun rencana untuk melaksanakan penggempuran besar-besaran dari berbagai arah ke pusat Carangsoka.
Para telik sandi telah melaporkan bahwa di Paranggaruda tengah al digalang persiapan untuk menggempur Carangsoka. Adipati Yudapati telah menyiapkan para prajuritnya. Bahkan telah pula memanggil jago-jago bayaran yang berdarah dingin untuk membunuh.
Adipati Puspahandungjaya kemudian meningkatkan kewaspadaan dan menyusun kekuatan untuk menanggulangi gempuran dari Paranggaruda. Ia telah memanggil Senopati Kembangjaya, merundingkan taktik menghadap gempuran itu.
Adipati menerima usul Senopati Kembangjaya dan segera memerintahkan untuk menyusul Raden Sukmayana di pertapaan  Telamaya di kawasan Gunung Muria.
Siapapun di Carangsoka mengenal betul Raden Sukmayana, kakak Senopati Kembangjaya.
Raden Sukmayana adalah seorang pendekar sakti, memiliki beberapa benda pusaka yang
ampuh antara lain Kuluk Kanigara dan keris Rambut Pinutung.
Raden Sukmayana telah bergabung dengan Carangsoka. Para prajurit Carangsoka menjadi
bergairah. Semangat tempurnya menjadi membara. Adipati Yudapati dan para prajuritnya
yang  dibantu jago-jago bayaran tiba. Para prajurit Carangsoka menyambutnya tanpa gentar.
Senopati Kembangjaya,  Raden Sukmayana, dan Ki Dalang Sapanyana merupakan tiga serangkai yang berhasil mengobarkan semangat tempur para prajuritnya.
Adipati Yudapati memimpin langsung para prajurit, dan segera memerintahkan penggempuran.
Prajurit-prajurit  Paranggaruda  bergerak dari berbagai arah berlapis-lapis. Pada mulanya mereka tidak melihat adanya pertahanan yang kuat dari pihak  Carangsoka, sangat leluasa memasuki  kawasan Carangsoka. Namun, ketika telah  memasuki bagian dalam. Mereka sangat terkejut. Para prajurit Carangsoka ternyata telah bersiaga penuh  dan memberikan perlawanan.
Pertempuran tak terelakkan dan berlangsung sangat seru. Adu kekuatan dua kelompok besar yang tampak seimbang, saling menikam,  menusuk  membacok,  dan saling memanah.  Jerit perempuan bergema nyaring, bergalau dengan suara benturan  senjata. Ringkikan kuda berbaur semakin membisingkan  suasana.
Adipati Yudapati telah mengatur taktik bergelombang, di mana para prajuritnya  membentuk beberapa kelompok besar. Setiap  kelompok mendesak dan menggempur tempat-tempat yang   diduga lemah pertahanannya. Ternyata  pihak Carangsoka telah  bersiaga di setiap sudut. Setiap desakan dan gempuran prajurit Paranggaruda dapat   ditangkis bahkan dipukul.
Senopati Kembangjaya memimpin pasukan membangun kekuatan   di  bagian  pusat Carangsoka. Dengan perkasa mendesak serbuan prajurit  Paranggaruda. Memukul mundur bahkan melumpuhkan setiap serangan musuh dengan sangat telak. Korban pun berjatuhan dari pihak Paranggaruda karena tidak sempat menyelamatkan diri.
Raden Sukmayana dibantu punggawa dan laskar pilihan menghadapi para jago bayaran yang dikerahkan Paranggaruda. Mereka bertempur bagaikan banteng kerasukan setan, memporak-porandakan para jago bayaran musuh. Bagaikan seonggokbatu besar, menggilas tonggak-tonggak. Luluh lantah kekuatan para jago bayaran musuh, dan terkurung dalam jepitan yang melumpuhkan. Satu persatu para jago bayaran musuh roboh
bermandikan darah dengan senjata memanggang tubuhnya.
Ki Dalang Sapanyana ternyata bukan pandai saja memainkan wayang, tetapi mahir pula dalam bertempur. Dibantu para prajurit Carangsoka  ia mengamuk dengan dahsyat, memukul mundur para prajurit Paranggaruda.
Demikian dahsyat perlawanan dan pertahanan pihak Carangsoka membuat nyali Adipati Yudapati dan para pembesar Paranggaruda menjadi c iut. Prajurit Paranggaruda semakin terkurung dan terdesak. Jumlahnya semakin menipis. Adipati Yudapati sangat pantang untuk menarik mundur prajuritnya.
Pertempuran berlangsung cukup lama. Korban berjatuhan dan bergelimpangan. Sangat mengenaskan dan mengerikan, di kedua belah pihak. Korban yang terbanyak adalah  dari pihak  prajurit Paranggaruda.
Ketika Adipati Yudapati menemui alalnya, dihujam beberapa tombak dan pedang, prajurit Paranggaruda yang tersisa lalu menyerah.
Rakyat Carangsoka beserta prajurit yang telah berhasil mengalahkan prajurit Paranggaruda, bersorak riuh dengan gegap gempita. Mereka meneriakkan kemenangan dengan penuh rasa syukur. Adipati Puspahandungjaya menitikkan air mata karena terharu dan bahagia.
Keadaan di Carangsoka telah pulih kembali seperti sedia kala. Kehidupan berjalan dengan aman  tenteram dan damai. Sebagai wujud penghargaan atas keberhasilan Kembangjaya sebagai panglima perang, ia dinobatkan sebagai Adipati Carangsoka serta memperistri Dewi Rayungwulan. Tak berapa lama antara Carangsoka dan Paranggaruda disatukan Kembangjaya menjadi Kadipaten Pesantenan.
Untuk mengatur pemerintahan yang wilayahnya semakin ke bagian selatan, Adipati Raden Kembangjaya memindahkan pusat pemerintahannya dari Carangsoka ke Desa Kemiri dan bergelar Adipati Jayakusuma di Pesantenan.
Dalam pemerintahan Adipati Jayakusuma, rasa keadilan betul-betul diwujudkan. Rakyat yang menjadi korban akibat perang, baik dari Carangsoka maupun Paranggaruda disantuni, para prajurit yang berjasa dinaikkan pangkatnya dan diberi jabatan, serta tawanan musuh diampuni. Untuk lebih melancarkan roda pemerintahan Adipati Jayakusuma mengangkat Dalang Sapanyana menjadi Patih di Kadipaten Pesantenan dan bergelar Patih Singasari.
Adipati Jayakusuma hanya mempunyai seorang putra tunggal yaitu Raden Tambra. Setelah ayahnya wafat, Raden Tambra diangkat menjadi Adipati Pesantenan dengan gelar Adipati Tambranegara.
Dalam menjalankan tugas pemerintahan Adipati Tambranegara bertindak bijaksana dan sangat memperhatikan nasib rakyatnya. Kehidupan rakyat penuh kedamaian, ketenangan,
dan kesejahteraan meningkat.
Untuk pengembangan pembangunan dan memajukan pemerintahan di wilayahnya Adipati
Raden Tambranegara memindahkan pusat pemerintahan Kadipaten Pesantenan yang semula berada di Desa Kemiri dipindah menuju kearah barat di Desa Kaborongan. Nama Kadipaten Pesantenan ganti menjadi Kadipaten Pati.
Adipati Tambranegara berputra tunggal yaitu Raden Tanda, kelak setelah mangganti kedudukan ayahnya sebagai penguasa Kadipaten Pati  bergelar Adipati Tandanegara. Adipati Tandanegara dalam memimpin Kadipaten Pati seperti ayahnya yaitu arif, bijaksana, penuh dan wibawa. Adipati Tandanegara tidak berputra. Setelah wafat kekuasaan di Kadipaten Pati diteruskan oleh para penggede yaitu: Ki Gede Jiwanala, Ki Gede Ragawangsa, Ki Gede Plangitan, dan Ki Gede Jambean.
Para penggede yang meneruskan pemerintahan di Kadipaten Pati dapat menjalankan tugas dengan baik. Antara penggede yang satu dengan yang lain bisa hidup rukun, saling membantu dalam segala bidang sehingga rasa aman dapat terwujud dan dinikmati oleh seluruh rakyat Pati.

Sabtu, 21 April 2012

Jadwal Persija Jakarta Putaran kedua Terbaru


Berikut jadwal lengkap Persija Jakarta seperti yang didapatkan manajemen dari badan penyelenggara liga Super, PT. Liga Indonesia :

PERSIJA JAKARTA VS PSMS | SABTU 14 APRIL 2012

PERSIJA JAKARTA VS PSAP SIGLI I Rabu 18 April 2012

GRESIK UNITED VS PERSIJA JAKARTA | MINGGU 22 APRIL 2012

PERSIBA VS PERSIJA JAKARTA | JUMAT 27 APRIL 2012

PERSIJA JAKARTA VS PERSELA | RABU 2 MEI 2012

PERSIJA JAKARTA VS AREMA | MINGGU 6 MEI 2012

PERSIPURA VS PERSIJA JAKARTA | MINGGU 13 MEI 2012

PERSIWA VS PERSIJA JAKARTA | KAMIS 17 MEI 2012

PERSIJA JAKARTA VS PELITA | SELASA 22 MEI 2012

PERSIJA JAKARTA VS PERSIB | MINGGU 27 MEI 2012

PERSIJA JAKARTA VS PSPS | MINGGU 3 JUNI 2012

PERSISAM VS PERSIJA JAKARTA | MINGGU 10 JUNI 2012

MITRA KUKAR VS PERSIJA JAKARTA | SABTU 16 JUNI 2012

PERSIJA JAKARTA VS SRIWIJAYA FC | MINGGU 24 JUNI 2012

PERSIJA JAKARTA VS PERSIRAM | SABTU 30 JUNI 2012

DELTRAS VS PERSIJA JAKARTA | JUMAT 6 JULI 2012

PERSIDAFON VS PERSIJA JAKARTA | RABU 11 JULI 2012

*jadwal sewaktu-waktu bisa berubah, dan ada pemberitahuan sebelumnya.!!!